Yellen : Suku Bunga Siap Lepas Landas
Desember 3, 2015

Presiden Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen memberikan sinyal kalau Fed siap menaikkan suku bunga pada bulan ini untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, Kamis (3/12).

Dikatakan dalam acara ekonomi klub di Washinton tadi malam, dirinya sudah mencatat bahwa mereka akan meningkatkan suku bunga acuan ketika mereka telah melihat ?beberapa lebih lanjut perbaikan di pasar tenaga kerja dan cukup yakin bahwa inflasi? akan pindah ke target 2% tahunan Fed selama jangka menengah.

?Saat ini saya menilai bahwa pertumbuhan ekonomi AS cenderung menjadi cukup selama tahun berikutnya atau bahka dua tahun, ditopang dari perbaikan lebih lanjut di pasar tenaga kerja,? ujar Yellen. Keuntungan tersebut, dikombinasikan dengan ekspektasi inflasi pasar, ?melayani untuk meningkatkan kepercayaan diri kembalinya inflasi menjadi 2%? sebagai dampak energi rendah dan impor harga memudar.

Menurut wanita yang pengangkatannya oleh Presiden Obama secara langsung ini, kebijakan Fed telah memberikan tanda-tanda dalam beberapa pekan terakhir bahwa mereka mungkin akan menaikkan suku bunga di bulan ini. Pasar keuangan sekarang memberi kemungkinan 75% kenaikan tingkat suku bunga. Suku bunga acuan Fed telah dekat zero sejak krisis keuangan 2008.

Yellen mengakui kekhawatiran mereka terlalu lama dan mencatat bahwa dampak dari kebijakan moneter pada perekonomian sudah terlihat. ?Fed itu menunda awal kebijakan normalisasi terlalu lama, kita akan cenderung akhirnya harus mengencangkan kebijakan relatif secara tiba-tiba untuk menjaga perekonomian secara signifikan overshooting,?, sambungnya.

Disinggung mengenai pengangguran 5% dan inflasi 2%, dia berkata bisa mendorong ekonomi ke dalam resesi. Dan menjaga nol terlalu lama bisa mendorong risiko yang berlebihan dan dengan demikian merusak stabilitas keuangan. Tingkat pengangguran sudah pada 5%, turun dari 10% pada tahun 2009. Dirinya mengharapkan inflasi untuk naik ke Fed 2% selama tahun berikutnya, sebagai efek dari harga minyak yang rendah dan pudarnya dolar yang kuat.

Leave Comment
    No Comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top